Darurat Corona dan Dampaknya pada Perekonomian Indonesia

Created On : 24 March 2020

Dunia sedang digoncang dengan virus Corona yang merebak secara mendadak. Awal mula merebaknya virus ini terjadi di Wuhan, China. Beribu-ribu orang telah terkena dan pemerintah China memutuskan untuk melakukan lockdown. Sekarang beberapa negara juga mulai terkontaminasi dan telah menetapkan kebijakan lockdown. Kebijakan tersebut tentunya berdampak pada arus lalu lintas orang, lalu lintas barang, dan tentunya lalu lintas uang dunia.

Di sisi lain, di Indonesia beberapa orang sudah positif terkena Corona. Pemerintah didesak baik oleh masyarakat dan Organisasi Kesahatan Dunia (WHO) untuk melakukan lockdown. Tentunya kebijakan untuk melakukan lockdown bukanlah sebuah kebijakan yang dapat dengan mudah dilaksanakan, mengingat banyak pertimbangan yang perlu dibahas. Salah satunya adalah dampaknya pada perekonomian Indonesia.

Dengan adanya fenomena ini, arus lalu lintas orang tentunya menurun drastis. Sektor pariwisata mengalami penurunan pendapatan yang drastis akibat menurunnya jumlah wisatawan baik domestik maupun luar negeri. Hal ini juga dirasakan oleh sektor transportasi, dengan ditutupnya jalur transportasi internasional, membuat pendapatan sektor transportasi juga menurun.

Arus lalu lintas barang juga merasakan dampak dari fenomena ini. Mengingat China sebagai pemasok bahan baku terbesar bagi Indonesia, membuat Indonesia kesulitan untuk mendapat bahan baku. Hal ini tentunya sangat berdampak bagi produsen-produsen Indonesia yang bergantung pada bahan baku tersebut. Jumlah produksi menurun membuat beberapa barang langka dan menyebabkan kenaikan harga barang-barang serta melemahkan daya beli masyarakat. Arus lalu lintas uang juga ikut mengalami dampaknya. Hal ini mempengaruhi perekonomian khususnya Indonesia.

Fluktuasi perekonomian ini berdampak pula pada investasi. Dampaknya paling dirasakan oleh investasi saham, harga saham telah mengalami penurunan secara drastis. Para investor tentunya mulai cemas akan penurunan harga saham yang sangat drastis.

Di lain pihak, ada investasi yang masih aman dari fluktuasi perekonomian yang terjadi, seperti properti. Investasi properti tersebut dianggap paling aman dari fluktuasi yang terjadi, meskipun emas seringkali mengalami kenaikan dan penurunan harga yang berbeda setiap harinya bahkan setiap jam. Namun investasi properti tidak mengalami fluktuasi yang sangat ekstrem bahkan cenderung terus naik. Untuk itu investasi properti adalah pilihan paling aman untuk sekarang. Meskipun demikian terkadang investor enggan untuk investasi properti. Hal tersebut terkendala harga properti yang tinggi dan keterbatasan modal investor.

PropertiLord menjadi solusi bagi para investor maupun calon investor yang ingin berinvestasi di bidang properti. Hanya dengan modal Rp 10.000,00 saja, kalian bisa melakukan investasi di bidang properti. Kepemilikan properti diubah dalam bentuk tokenisasi dan kemudian dijual kepada khalayak umum dengan harga mulai dari Rp 10.000,00 saja. PropertiLord sudah tercatat di OJK dan telah dipercaya oleh ribuan investor. Sekarang giliran anda, menunggu apalagi?