Reksa Dana Gagal, Saatnya Beralih ke DIRE

Created On : 16 January 2020

Reksa dana merupakan instrumen investasi yang sering kita dengar. Reksa dana cukup populer di kalangan masyarakat karena resiko investasinya yang relatif kecil, dan juga return yang lumayan besar.
Melihat perkembangannya selama 2019, kinerja produk reksa dana, terutama reksa dana saham masih menunjukkan kinerja negatif. Berdasarkan berita dari CNBC Indonesia, return reksa dana saham masih terkoreksi 13,81% sepanjang tahun 2019.
Selain itu ada beberapa produk reksa dana yang disuspensi oleh OJK, diantaranya PT MNC Asset Management, PT Narada Aset Manajemen, PT Minna Padi Aset Manajemen, dan PT Pratama Capital Assets Management.

Saatnya mencoba instrumen investasi lain
Saat ini properti semakin dilirik untuk dijadikan investasi karena harganya yang cenderung naik tiap tahunnya. Harga properti yang cenderung meningkat ini dikarenakan oleh keterbatasan lahan yang terbatas. Harga properti juga bisa naik berkali-kali lipat hanya dalam beberapa tahun saja. 

Apa itu DIRE?
DIRE (Dana Investasi Real Estat) adalah salah satu instrumen baru dalam investasi yang dikhususkan pada bidang properti dan real estat. Meskipun terbilang baru, tetapi investasi ini cukup diminati oleh masyarakat. Dengan berinvestasi DIRE, investor dapat berinvestasi properti tanpa memiliki dan mengelola properti secara langsung. Selain itu, Industri properti dan real estat juga akan semakin berkembang.

Digital-DIRE
Apakah DIRE sama dengan Digital DIRE? Hampir sama. Untuk mulai berinvestasi DIRE kalian harus membelinya langsung di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan untuk berinvestasi di Digital DIRE, kalian bisa langsung membelinya langsung di aplikasi PropertiLord.
Untuk memulai menjadi investor Digital DIRE di PropertiLord juga cukup mudah lho. Kalian hanya perlu daftar, mengisi saldo, dan membeli token mulai dari 10rb saja. Investasi ini juga berada dibawah pengawasan OJK, jadi investasi aman dan dapat dijadikan pilihan lain dalam berinvestasi.

Produk investasi sangatlah banyak. Pilihlah produk investasi dengan cermat, tepat, dan memiliki potensi keuntungan yang cukup menjanjikan. Jangan hanya berinvestasi pada 1 instrumen saja, diversifikasi investasi juga diperlukan karena saat salah satu investasi kalian mengalami kerugian, kalian masih memiliki produk investasi lain yang dapat menguntungkan.